Thursday, December 26, 2013

22 dan 23 Desember 2013

Hidup - rasa - dan firasat itu tidak ada yang mendugaa

Beberapa hari lalu aku berminpi gigi bagian bawah-depan ku sakit dan tanggal,
Saking sakitnya aku takut untuk berbagi cerita kepada ibu,,
sekarang aku tau, itu firasat buruk untuk orang yang ku sayangi..

22 DESEMBER 2013


ini hari yang ku tunggu - tunggu dimana hasil belajarku akan diuji pada sidang yudisium..
dengan keyakinan tinggi dihari ini aku memeluk ibu dan berjanji untuk menghadiahi beliau dengan hasilku yang maksimal..
yang terbaik dari ku akan ku keluarkan pada yudisium hari ini, mungkin ini kado indah untuknya ,,
Ya KELULUSAN kuu.
diwaktu petang tepat pukul 19.00 aku menghadiahi ibu dengan nilai kelulusan ku ..
nilai tertinggi yang kudapat di kampus
aku mendapat nilai A dan point tertinggi dikampuss, senamgg dan kupeluk ibu sesampai dirumah..

23 DESEMBER 2013 02.00 WIB

Suara ponsel ibu terdengar berdering terus - menerus ..
Aku, ibu, bapak bangun untuk memastikan siapa di dini hari seperti ini yang menelpon ibu..
ada kabar apa ??
ibu bicara dengan logat jawa halusnya..
dan aku tau, pasti ini kabar dari kampung halaman..
Aku memperhatikan ibu yang didekap hangat ayah, dan dia menyampaikan kabar dukaa
ya tuhann
kakek kesayangan ku wafat :'((
Sekitar 2bulan lalu mbah lanang ( panggilan ku ) menjalankan operasi usus buntu,
diumur yang renta operasi sebenarnya memiliki resiko yang sangat tinggi..
aku sadar itu, tapi sebagai anak ibu dan bapak akan mengupayakan yang terbaik untuk orang tua nya..
aku belajar banyak dari bapak, yang mengasuh orang tua ibu sebagaimana layaknya bapak mengasuh orang tua nya sendiri
Dini hari itu pun aku menumpahkan kesedihanku..
aku memeluk ibu juga bapak, saat itu pun adik ku terbangun..

Pesannya , tidak semua kesenangan di iringi kegembiraan..
Hasil terbaik ku di iringi oleh kepergian kakek kuu

aku menyayangi mu simbahh..
semoga engkau ditempatkan disisi terindah nya..


No comments:

Post a Comment